fbpx
sales@bandaracity.com

Archives Mei 2019

Tips Meninggalkan Apartemen Saat Mudik

by admin |Mei 31, 2019 |0 Comments | News | , , ,

Menjelang Lebaran pasti banyak dari Anda yang meninggalkan apartemen untuk keperluan mudik ke kampung halaman, atau pergi liburan ke luar kota atau bahkan ke luar negeri dalam waktu yang cukup lama. Tak jarang selama bepergian, Anda dibuat was-was karena memikirkan apartemen yang ditinggal kosong selama liburan.

Daripada tidak tenang, berikut ini tips untuk Anda ketika harus meninggalkan apartemen saat mudik dan liburan.

Hubungi pihak apartemen
Ada baiknya sebelum meninggalkan apartemen, Anda menghubungi pihak pengelola untuk memberitahukan bahwa Anda meninggalkan unit tersebut. Sertakan pula info mengenai berapa lama Anda akan pergi, dan berikan nomor telepon atau alamat email untuk memudahkan Anda dihubungi jika ada sesuatu yang penting.

Simpan surat-surat dan barang berharga di tempat aman
Simpan surat dan barang berharga yang ada di dalam apartemen kepada Bank, atau jika tidak memungkinkan, Anda bisa menitipkan kepada saudara dekat Anda sehingga tetap aman selama Anda tinggal pergi.

Pastikan listrik sudah dimatikan
Sebelum berangkat, pastikan terlebih dahulu bahwa listrik sudah dalam keadaan mati. Tidak ada juga barang elektronik yang masih tercolok pada listrik. Selain itu, jangan sekali-kali meninggalkan makanan basah yang mudah basi dalam apartemen Anda.

Buang semua sampah
Jangan biarkan sampah menumpuk, buang semua sampah sebelum Anda bepergian. Anda tidak mau kan saat pulang nanti apartemen berbau menyengat karena sampah yang lupa dibersihkan?

Itulah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum meninggalkan apartemen dalam waktu lama. Semoga bermanfaat!

Kawasan Halal Park Bandara Soekarno – Hatta Dibuka Akhir Mei 2019

by admin |Mei 23, 2019 |0 Comments | News | , , ,

Tangerang – PT Angkasa Pura II tengah menyiapkan pembukaan kawasan Halal Park di Plaza Terminal 3 Bandara Soekarno – Hatta pada akhir Mei ini. “Halal Park akan dibuka pekan ini,” ujar Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano kepada Tempo, Selasa 21 Mei 2019.

Yado mengatakan kawasan Halal Park seluas 8.000 meter persegi tidak hanya menyediakan makanan dan minuman halal saja, tapi juga menghadirkan retail halal. Halal Park tahap pertama yang dibuka pada akhir Mei 2019 ini menghadirkan 40 tenant dari berbagai bidang usaha antara lain makanan, ritel, fashion, beauty, perbankan BUMN, perbankan syariah, usaha mikro kecil menengah, pegadaian, zakat, hingga co-working space, dan lain sebagainya. Nantinya Halal Park akan memiliki 120 tenant.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan Halal Park di Terminal 3 Bandara Soekarno – Hatta akan menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi traveller dan pengunjung bandara. “Halal Park bukan sekadar tempat berbelanja, namun juga memperkenalkan nilai-nilai agama di antaranya alunan musik Islami dan keberadaan lembaga yang menerima penyaluran zakat, infaq, dan shadaqah,” ucap Muhammad Awaluddin.

Awaluddin menambahkan Halal Park menjadi cikal bakal dari berdirinya Halal Lifestyle Distrik di Bandara Soekarno – Hatta. Setelah Halal Park mulai beroperasi di bulan Ramadan ini, PT Angkasa Pura II akan membangun Halal Lifestyle District di kawasan Bandara Soekarno – Hatta yang terdiri dari hotel bintang 4 dan bintang 3, function hall, office space, serta halal and lifestyle retail. “Proyek seluruhnya ditargetkan tuntas 2021,” kata Awaluddin.

Halal Park dan Halal Lifestyle District ini, menurut Awaluddin, mendukung Indonesia sebagai tujuan utama wisata halal dunia. “Kami akan membuat Bandara Soekarno – Hatta bukan hanya bandar udara, namun juga pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata,” ucap dia.

Sumber : https://travel.tempo.co

Bandara Soekarno Hatta Siapkan Terminal Berbiaya Murah

by admin |Mei 10, 2019 |0 Comments | News

PT Angkasa Pura (AP) II siap mengoperasikan Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang menjadi LCCT (low cost carrier terminal) atau terminal bandar udara berbiaya rendah mulai 1 Mei 2019. Pengoperasioan itu terlaksana berkat upaya Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Pengoperasian Terminal 2F akan menawarkan ketentuan tarif yang lebih murah, dibanding terminal lain di Bandara Soekarno Hatta.

“Kami sudah membahas dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bahwa secara formal siap mengoperasikan Terminal 2F sebagai LCCT pada 1 Mei mendatang. Sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden yang kemudian diinstruksikan melalui Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, dan Menteri Pariwisata,” ujar Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, Jumat (26/4).

Menurut Awaluddin, dengan adanya LCCT, Soekarno-Hatta bisa lebih memperluas konektivitas. Juga memperluas pangsa pasar khususnya di segmen penerbangan berbiaya murah. Apalagi pertumbuhan LCC kini sangat pesat di seluruh dunia.

“Segmen LCC tumbuh cukup pesat di seluruh dunia termasuk di Asia Tenggara, dan Soekarno-Hatta bersiap untuk meraih pasar itu,” ujar Muhammad Awaluddin.

Pertumbuhan LCC di Bandara Soekarno Hatta pun meningkat signifikan. Pada 2018, LCC khusus rute internasional di Soekarno-Hatta mencapai sekitar 30 persen dari total penumpang rute internasional yang berjumlah 15,5 juta orang.

Sedangkan pada periode 1 Januari-24 April 2019, penumpang LCC tercatat 1,32 juta orang. Angka tersebut ini naik hampir dua persen dibandingkan dengan 1 Januari-24 April 2018 sebanyak 1,34 juta orang.

Pertumbuhan penumpang ini berbanding lurus dengan pertumbuhan pergerakan pesawat. Di periode yang sama pergerakannya mencapai 9.604 pergerakan. Angka ini pun naik 5,03 persen dibandingkan dengan 1 Januari-24 April 2018.

“Penerbangan murah menjadi tren di kalangan traveler khususnya mereka yang termasuk generasi milenial. Di Soekarno-Hatta sendiri, sekitar 60 persen penumpang pesawat adalah generasi milenial,” tambah Muhammad Awaluddin.

Muhammad Awaluddin mengatakan LCC Terminal 2F didesain sesuai kebutuhan traveler yang mengutamakan kepraktisan, kecepatan, dan kemudahan.

Demi memenuhi kebutuhan itu, jumlah check-in desk di LCC Terminal 2F tentunya juga akan dikurangi. Dari 20 unit pada 2020 menjadi 10 unit pada 2022. Di sisi lain, jumlah fasilitas self check-in ditambah menjadi 40 unit.

Seiring dengan itu, fasilitas self bag drop ditambah dari 10 unit pada 2020, menjadi 20 unit pada 2022.

“Pelayanan fokus pada digitalisasi seperti web check-in, self check-in dan self bag drop. Ini kami sebut dengan technology implementation for value added services. Berbagai layanan berbasis teknologi juga selalu di update. Secara umum, LCC Terminal 2F didesain untuk mewujudkan proses keberangkatan yang cepat, pengalaman perjalanan yang menyenangkan, dan pelayanan bernilai tambah yang berbeda dari biasanya,” jelas Muhammad Awaluddin.

Program aktivasi di terminal nantinya juga menjadi bagian penting pelayanan kepada traveler milenial. Tidak hanya itu, maskapai LCC juga mendapat insentif landing rates jika membuka rute internasional baru.

Selain itu juga ditambah dengan bebas biaya promosi di digital media dan sosial media milik Angkasa Pura II. “Saat ini Terminal 2 berkapasitas sembilan juta penumpang per tahun, setelah revitalisasi usai pada 2022 maka kapasitas akan bertambah menjadi 24 juta penumpang per tahun,” ungkap Muhammad Awaluddin.

Mendengar hal tersebut, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya pun langsung sumringah. Menurut Menpar LCCT bukan kebutuhan pariwisata, tapi keniscayaan Indonesia.

Tak dapat dipungkiri, LCCT adalah komponen penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Hal ini tentunya guna memenuhi target Presiden Jokowi sebesar 20 juta kunjungan wisman di tahun 2019.

“Target wisman sebanyak 20 juta sampai akhir 2019. Kalau tidak punya LCCT, target itu tidak tercapai. Jumlah Low Cost Carriers tumbuh 55 persen per tahun. Di Indonesia sendiri LCC tumbuh sekitar 12 persen per tahun. Dan itu kurang, kami butuh diatas 20 persen untuk menggapai target,” kata Menpar.

Sebagaimana diketahui, Pariwisata adalah tentang people-to-people connection. Dengan adanya pariwisata (Tourism), akan merangsang pertumbuhan transaki perdagangan (Trade) dan masuknya penanaman modal (Investment). Atau istilah Menpar Arief TTI: Tourism-Trade-Investment.

“Nah, pariwisata dapat berkembang dan wisman dapat semakin banyak masuk bila aksesnya ‘dipermudah’ salah satunya melalui adanya LCCT,” pungkas Menpar.

 

Sumber: liputan6.com